Fakultas Pertanian Universitas Janabadra Gelar FGD Diseminasi Hasil Penelitian: Dorong Penguatan Agro-Sosiopreneurship Petani Muda di Sleman

SLEMAN, Janabadra — (UJB) Yogyakarta menggelar Focus Group Discussion (FGD) Diseminasi Hasil Penelitian bertajuk “Model Pengembangan Kinerja Agro-Sosiopreneurship Petani Muda Berbasis Business Model Canvas dalam Kerangka Sinergitas Pentahelix dan Keberlanjutan Multidimensi”. Dalam upaya merespons krisis regenerasi petani di Indonesia, Fakultas Pertanian Universitas Janabadra. Acara yang berlangsung pada Kamis sore (29/10/2026) di Resto Jejamuran, Sleman, ini diselenggarakan melalui pendanaan Hibah Penelitian Fundamental Kemendiktisaintek Tahun Anggaran 2026.

FGD ini digawangi oleh tim peneliti utama Universitas Janabadra yang diketuai oleh Dr. Retno Lantarsih, S.P., M.P. (Prodi Agribisnis), bersama dua anggota lintas disiplin ilmu, yaitu Dr. Gesty Ernestivita (Prodi Manajemen) dan Yumarlin MZ., S.Kom., M.Pd., M.Kom. (Prodi Informatika), serta melibatkan tim mahasiswa yang terdiri dari Farah Salwa Fauziyyah, Abi Muhsin Alghifari, dan Deswi Tri Wulandari.

Acara dipandu oleh Dr. Gesty Ernestivita, M.M. selaku moderator dan menghadirkan narasumber utama, yaitu Dr. Retno Lantarsih, S.P., M.P. (Dekan Fakultas Pertanian UJB) serta Insan Yudanarta, S.T., M.Pd. (Kepala Bidang Penyuluhan Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman).

Diskusi turut dihadiri oleh deretan tokoh strategis pertanian Kabupaten Sleman, di antaranya Kepala Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kab. Sleman, Liem Astuti, S.P., M.Si.; Ketua Petani Milenial Komisariat Daerah Kab. Sleman, Taufik Mawadani; serta Direktur PT Petani Milenial Sleman, Ardhi, beserta jajaran manajemennya.

Dalam pemaparannya, Dr. Retno Lantarsih menyoroti urgensi penelitian ini di tengah tantangan struktural pertanian modern. Data menunjukkan sebanyak 78,07% petani saat ini berusia di atas 40 tahun. Fenomena krisis regenerasi ini kian kompleks akibat perubahan iklim, degradasi sumber daya alam, alih fungsi lahan, serta keterbatasan tenaga kerja muda.

“Pendekatan agro-sosiopreneurship yang dipadukan dengan Business Model Canvas (BMC) hadir sebagai solusi strategis. Pendekatan ini tidak hanya berfokus pada penciptaan nilai bisnis dan keuntungan ekonomi, tetapi juga membawa misi sosial serta kepedulian terhadap keberlanjutan lingkungan yang ditopang oleh kolaborasi Pentahelix—akademisi, bisnis, komunitas, pemerintah, dan media,” ujar Dr. Retno.

Penelitian berbasis di Kabupaten Sleman ini memiliki novelty (keterbaruan) dengan mengintegrasikan BMC, sinergi pentahelix, dan analisis keberlanjutan multidimensi ke dalam satu kerangka konseptual yang utuh. Menggunakan kombinasi pemodelan PLS-SEM, Multidimensional Scaling (MDS), serta AHP & SWOT, penelitian dirancang bertahap dari tahun 2026 hingga 2030 (TKT 1 hingga 6) untuk menghasilkan publikasi internasional, HKI, buku, hingga rekomendasi kebijakan konkret.

Tujuan utama riset ini mencakup analisis jalur pemanfaatan teknologi digital (pemasaran vs pengolahan usaha tani) serta penguatan model bisnis PT Petani Milenial Sleman agar melingkupi dimensi ekonomi, sosial, dan lingkungan secara berkelanjutan.

Sesi diskusi berlangsung interaktif dan dipenuhi antusiasme tinggi dari para peserta. Perwakilan dinas, praktisi, dan anggota komunitas petani milenial aktif memberikan masukan serta mengeksplorasi strategi penerapan teknologi digital demi meningkatkan kinerja usaha tani di Sleman. FGD ini diharapkan menjadi pijakan kokoh dalam membangun ekosistem pertanian modern yang inklusif, inovatif, dan berdaya saing bagi generasi muda. (HSP)