UJB Awali Pembangunan Kampus Terpadu dengan Peletakan Batu Pertama oleh Bupati Sleman Setelah Upacara Hardiknas 2026

 

Universitas Janabadra (UJB) Yogyakarta resmi memulai pembangunan Kampus Terpadu di Padukuhan Trini, Trihanggo, Gamping, Sleman, melalui prosesi peletakan batu pertama yang dilaksanakan pada Sabtu (2/5/2026). Pembangunan kampus terpadu ini menjadi langkah strategis UJB dalam memperkuat infrastruktur pendidikan sekaligus menjawab kebutuhan pengembangan perguruan tinggi di masa depan.

 

Sebelum kegiatan peletakan batu pertama berlangsung, Universitas Janabadra terlebih dahulu menggelar Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2026 yang dihadiri oleh seluruh karyawan, dosen, mahasiswa, alumni, serta sivitas akademika Universitas Janabadra Yogyakarta. Momentum tersebut menjadi simbol semangat bersama dalam memajukan dunia pendidikan sekaligus menandai dimulainya babak baru pengembangan kampus UJB.

 

 

Acara peletakan batu pertama turut dihadiri oleh Bupati Sleman Harda Kiswaya, S.E., M.Si., Ketua DPRD Sleman Y. Gustan Ganda, S.T., Kepala LLDikti Wilayah V DIY Prof. Setyabudi Indartono, M.M., Ph.D., Hakim Agung sekaligus Ketua Muda Pengawasan Mahkamah Agung Republik Indonesia Prof. Dr. Yanto, S.H., M.H., jajaran pengurus dan pengawas Yayasan Perguruan Tinggi Janabadra (YPTJ), serta sivitas akademika Universitas Janabadra.

Dalam sambutannya, Bupati Sleman Harda Kiswaya, S.E., M.Si., menyampaikan apresiasi atas dimulainya pembangunan Kampus Terpadu UJB yang dinilai akan memberikan kontribusi besar terhadap pengembangan pendidikan tinggi di Kabupaten Sleman.

“Kami menyambut baik pembangunan ini karena akan memperkuat ekosistem pendidikan yang lebih modern, sekaligus menjadi jawaban atas tantangan zaman dalam mencetak generasi cerdas dan berdaya saing global,” ungkapnya.

Pembangunan Kampus Terpadu UJB direncanakan berdiri di atas lahan seluas 5,6 hektare milik Yayasan Perguruan Tinggi Janabadra. Dari total lahan tersebut, sekitar 4,8 hektare akan difokuskan untuk kawasan pengembangan kampus terpadu dengan luas bangunan yang direncanakan mencapai lebih dari 55 ribu meter persegi.

Rektor Universitas Janabadra, Dr. Risdiyanto, S.T., M.T., menjelaskan bahwa pembangunan ini merupakan bagian dari visi jangka panjang universitas dalam menciptakan lingkungan kampus yang modern, nyaman, dan terintegrasi. Selain fasilitas akademik, kawasan kampus nantinya juga akan dilengkapi sarana olahraga, ruang seni berbasis digital, serta berbagai fasilitas penunjang aktivitas mahasiswa.

Pada tahap awal, pembangunan diprioritaskan untuk mendukung kebutuhan Fakultas Hukum, khususnya setelah UJB memperoleh izin pembukaan Program Magister Kenotariatan. Menurut Rektor, keberadaan Kampus Terpadu diharapkan mampu menjadi pusat pengembangan akademik maupun non-akademik bagi mahasiswa.

Ketua Pengurus Yayasan Perguruan Tinggi Janabadra (YPTJ), Drs. Surjadiman, M.M., menambahkan bahwa pembangunan dilakukan secara bertahap sesuai skala prioritas dan kemampuan pendanaan. Gedung tertinggi nantinya dirancang mencapai delapan lantai yang akan mencakup Gedung Rektorat, Multi Purpose Hall, ruang kuliah terpadu, perpustakaan, pascasarjana, auditorium, hingga business center.

Selain prosesi peletakan batu pertama, kegiatan juga dilanjutkan dengan penanaman pohon bodi hasil cangkokan dari pohon yang dahulu ditanam oleh pendiri UJB, KPH Soedarisman Poerwokoesoemo, di Kampus Pusat Jalan Tentara Rakyat Mataram Yogyakarta. Penanaman pohon tersebut menjadi simbol keberlanjutan, penghijauan kawasan, dan harapan bagi perkembangan Universitas Janabadra di masa mendatang.

 Pembangunan Kampus Terpadu UJB diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp550 miliar yang direncanakan berasal dari berbagai sumber pendanaan, mulai dari internal yayasan, dukungan alumni, program CSR perusahaan, hingga hibah pemerintah. Dengan hadirnya kampus baru ini, Universitas Janabadra optimistis dapat terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan dan mencetak lulusan yang unggul, adaptif, dan berdaya saing global.