Menjelang peringatan Dies Natalis yang digelar setiap tanggal 7 Oktober, satu hari sebelum (H 1) selalu diselenggarakan ziarah dan tasyakuran. Pagi hari ini (6/10) telah diselenggarakan ziarah ke makam pendiri, kemudian dilanjutkan sore hari dengan tasyakuran.

Dalam samutannya, Dr. Ir. Edy Sriyono, MT sebagai rektor menyampaikan usia 63 tahun bukan lagi usia muda, melainkan sudah cukup matang, maka sebagai insan Janabadra kita harus bersyukur, melalui universitas ini pulalah kita tetap diijinkan untuk mangabdi kepada masyarakat bangsa dan negara. Disampikan pula beberapa catatan prestasi beberapa tahun terakhir. Prestasi yang telah kita raih harus kita syukuri, saat ini Universitas Janabadra berada pada klaster 3 dengan peringkat 134 dari 2.136 PT di seluruh Indonesia dalam implementasi MBKM, patut kita syukuri pula UJB saat ini ada di peringkat 7 dari 136 PTS di Yogyakarta. Tahun 2021 UJB cukup banyak memperoleh hibah, ini juga yang mesti kita syukuri. Beberapa hibah a.l. hibah kompetisi kampus merdeka untuk prodi Hukum dan Sipil dengan nilai 2,6M, Hibah Inovasi modul digital untuk Fakultas Hukum dan Fakultas Pertanian, Hibah kredensial mikro 5 dosen dari beberapa program studi, demikian juga para mahasiswa meraih beberapa hibah yang juga cukup besar. Atas prestasi itu semua kita wajib bersyukur. Selanjutnya, menjadi tugas kita bersama ke depan bagaimana UJB dapat meningkatkan prestsai prestasi tersebut.

Di balik prestasi tersebut, pekerjaan rumah kita tidaklah sedikit, sesuai permen Kemenristek Dikbud Nomor 17 2020 Universitas Janabadra masih perlu tambahan 1 program eksakta. Untuk itu perlu kita pilih PS yang betul betul marketable . Hingga saat ini, dukungan yayasan sudah luar biasa, misalnya subsidi biaya studi lanjut dan apresiasi pasca kelulusan bagi setiap dosen yang berhasil meraih gelar doktor.

Banyak skema hibah saat ini mempersyaratkan akreditasi A, misalnya hibah inovasi modul digital dapat diraih oleh dua program studi Hukum dan Agribisnis karena keduanya sudah akreditasi A. Untuk menuju akreditasi A / Unggul ada dua alternatif pilihan. Pertama, melalui jalur akreditasi BAN PT bagimana mendapatkan akreditasi A. Kedua, melalui jalur akreditasi internasional untuk mendapatkan status akreditasi unggul. Melalui akreditasi internasional, dituntut untuk memenuhi persyaratan: sistem harus terintegrasi baik tatakelola, keuangan, maupun administrasi pembelajaran. Tidak boleh ada egosektoral semua unit harus bersatu padu bersama sama satukan niat dengan satu tujuan yang lebih besar.

Dalam sambutannya, Ketua Yayasan Drs. Suryadiman, menunjuk pada fakta sejarah yang kita peringati pada dies saat ini adalah hari lahir / terbentuknya pengurus Yayasan Perguruan Tinggi Janabadra, itulah yang dirayakan ulang tahunnya sampai sekarang. Pertanyaannya, siapa bidannya ? Dalam dokumen mentrase ada 3 orang yang membidani lahirnya Universitas Janabadra yaitu KPH Mr. Poerwo Koesoemo selaku Ketua Yayasan dan merangkap rector, Bambamg Subekti saat itu menjadi dekan Fakultas Hukum dan Mukazim Hadi Prabowo dekan Fakultas Ekonomi. Lebih lanjut dalam sambutannya, ketua Yayasan menegaskan nama Janabadra memiliki makna yang sangat dalam. Hingga saat ini sudah banyak alumni yang sukses dan bangga dengan Janabadra. Menyinggung tentang kurangnya satu program studi eksakta, ketua yayasan memerintahkan kepada rektor untuk segera ditindaklanjuti, perlu dipikirkan bersama dan dipilih program studi yang sungguh marketable . Dalam rangka meningkatkan peringkat akreditasi, siapkan program studi yang memiliki potensi untuk naik, yang sudah bisa naik harus segera kita tingkatkan. Tentang SDM, dikatakan saat ini UJB tidak kalah dengan PTS lain.

Acara tasyakuran diawali dengan doa bersama yang dilakukan secara daring dan luring. Peserta sebagian hadir di Auditorium Kampus Pingit sementara sebagian besar peserta yang lain mengikuti secara daring.m

Penulis

Tresno S / Humas dan Kerjasama UJB