Implementasi MBKM Fakultas Hukum Universitas Janabadra 2021

Dalam rangka implementasi MBKM Fakultas Hukum Universitas Janabadra (FH-UJB) menyelenggarakan kegiatan pengembangan akademik yang diselenggarakan dua hari secara berturutan di dua tempat terpisah, KOLOKA Kitchen and Cafe pada hari pertama dan Pendopo Royal Ambarukmo Hotel di hari kedua masing-masing dengan menghadirkan narasumber ahli.

Hari pertama, 13 September 2021

Senin (13/9) penyamaan persepsi terhadap instrumen akreditasi internasional, menghadirkan narasumber ahli Prof. Dr. Hari Purnomo (Komisi Eksekutif LAM-PT). Berkenaan dengan sosialisasi ini, pimpinan FH-UJB mengundang jajaran fakultas, prodi dan segenap dosen untuk bersama-sama narsumber mencermati langkah-langkah yang harus dipersiapan mulai dari kelengkapan sarana-prasarana hingga instrumen kurikulum OBE (outcome base education) untuk maju akreditasi internasional.

Dr. Sudiyana SH., M.Hum dalam sambutannya mengibaratkan bagikan petani memupuk sawah dan ladang. “Ketika dibiarkan, sawah dan ladang akan merana dan tidak produktif, sebaliknya ketika dipelihara dan dirawat, diberikan pupuk dengan baik maka tanaman  akan tumbuh subur dan produktif. Demikian halnya sebuah program studi, fakultas, dan universitas ketika dikelola dan dipelihara dengan baik, insyaallah produktif banyak meluluskan lulusan yang berkualitas dan mahasiswa yang datang untuk studi akan terus meningkat” demikian ucap dekan FH-UJB.

Prof Dr. Hari Purnomo, menyampaikan saat ini banyak perguruan tinggi berlomba-lomba mendapatkan status unggul dalam akreditasi BAN PT. Tetapi untuk mendapatkan status itu sangat sulit. Ada alternatif lain untuk mendapatkan status akreditasi unggul di luar BAN PT yaitu melalui akreditasi internasional. Untuk kesana, banyak yang harus dipersiapkan a.l. fasilitas yang dibutuhkan harus tersedia ideal. Contoh ada-tidak fasilitas untuk disabilitas, akses untuk peserta yang menggunakan kursi roda dsb. Kapan kita akan divisit ketika mengajukan akreditasi internasional? PS baru dikatakan siap maju akreditasi internasional, ketika sudah mengimplementasikan kurikulum OBE dan sudah ada lulusan dari penerapan kurikulum tersebut, setelah itu baru akan dilakukan visitasi untuk akreditasi internasional. Sebagai panduan, dapat diakses secara terbuka: Assesment guide for the accreditation of programmes in management studies, economics, law and social sciences by FIBAA di beberapa lembaga akreditasi internasional.

Terkait dengan kurikulum, minimal harus diparsiapkan dalam waktu 4 tahun, untuk program S1. Dalam akreditasi internasional, evaluasi proses pembelajaran akan menjadi focus assessment. Misal, tenaga pendidikan dosen, bagaimana sharing dosen di perguruan tinggi tersebut dilakukan. Penugasan dosen tidak lagi terpaku pada salah satu prodi tertentu, tetapi sebaliknya keahlian kompetensi seorang dosen dimanfaatkan seluas-luasnya di berbagai program studi yang ada. Sharing dosen sangat diperlukan untuk meningkatkan point dalam akreditasi internasional. Universitas harus melakukan menugasan dosennya tidak hanya di salah satu program studi, tetapi penyelenggaraan PBM harus dilakukan secara berkolaborasi untuk semua prodi yang ada, jangan lagi parsial / egosektoral. Akreditasi internasional tidak melihat siapa dosennya, tetapi akan melihat bagaimana prosesnya apakah mahasiswa mendapatkan layanan seperti yang dijanjikan ketika mahasiswa tersebut masuk dan apakah lulusan sungguh mendapatkan kompetensi (CPL/CPMK) yang dijanjikan sebagaimana telah dirumuskan dalam profil lulusan.

Salah satu Tips untuk mempercepat proses pembimbingan thesis pada program Magister Hukum FH-UJB, mata kuliah Metodologi Penelitian Hukum (MPH) dapat diberikan pada semsester 2 dengan mengarahkan mahasiswa peserta sudah mendapatkan bimbingan langsung oleh dosen calon pembimbing (bisa secara formal / informal). Setelah selesai mata kuliah MPH di semester 2 dan dinyatakan lulus, maka mahasiswa tersebut pada semester 3 dapat melanjutkan dengan proses penyelesaian thesisnya tanpa harus memulai lagi dari nol.

Berkenaan dengan pengembangan kurikulum OBE. Pertama-tama lakukan identifikasi dan pemetaan kebutuhan pasar pengguna lulusan, kemudian tarik ke belakang dan rumuskan profil lulusannya. Tentukan CPL dan CPMK, rumuskan berdasarkan profil lulusan untuk selanjutnya dijabarkan secara rinci dalam satu kurikulum. Lakukan evaluasi dan penilaian CPL dan CPMK secara sistematis, menggunakan aplikasi (software), jangan lagi dilakukan evaluasi dan penilaian kinerja secara manual. Semua harus bisa dilakukan tracking by system.

 

Hari kedua, 14 September 2021

Selasa (14/9), kegiatan sosialisasi implementasi MBKM menghadirkan narasumber Dr. Sri Suning Kusumawardani, S.T., M.T. (Sekretaris Pusat Inovasi Kebijakan Akademik UGM). Dunia PT saat ini ditunut untuk menciptakan kurikulum dengan prinsip “Flexibilitas dan adapted” – kurikulum PS harus lincah mengakomodasi dengan berbagai MK pilihan untuk mengikuti perkembangan jaman. Perubahan kurikulum mulai dari OBL, KKNI dan sekarang OBE bukan menggambarkan adanya poralisasi pengembangan program pendidikan, tetapi dinamika perubahan kurikulum tersebut merupakan satu rangkaian proses perubahan yang ditujukan untuk memberikan kompetensi yang terbaik kepada lulusan.

Di sela pemaparan materi terkait pengembangan kurikulum, diberikan cara pemahaman secara sederhana kurikulum OBE. Apa itu output dan apa itu outcome?

  • Ilustrasi sederhana bagaimana kita memahami output dan outcome – dengan permainan pesawat terbang yang terbuat dari kertas
  • Tuliskan satu massage tertentu dalam selembar kertas
  • Buatlah pesawat terbang menggunakan kertas tersebut
  • Lempar atau kirim kepada seseorang yang dituju

Dalam pembelajaran sederhana ini dengan mudah kita dapat memahami mana output dan mana outcome-nya.

  • Output: pesawat terbang yang telah dibuat dari selember kertas
  • Outcome: pesawat terbang menuju sasaran yang didalamnya terdapat massage dan ketika berhasil sampai kepada sasaran pesan diterima dan diwujudkan

Bagaimana hal ini di Program Studi?

  • Output: lulusan yang dihasilkan oleh PS
  • Outcome: berapa mahasiswa yang berhasil memenuhi CPMK/CPL yang sudah ditetapkan dalam suatu mata kuliah dan profil lulusan.

 

Tiga pilar, Implementasi MBKM

  • Untuk memperkuat CPL dengan kompetensi tambahan soft dan hard skill
  • Internalisasi sikap professional dan budaya
  • Menyiapkan lulusan sebagai pemimpin masa depan

MBKM memberi kesempatan seluas-luasnya bagi setiap peserta didik untuk berkegiatan di luar PS dan di luar PT-nya. Esensi: Memberi kesempatan kepada para mahasiswa memperoleh kompetensi tambahan di luar kompetensi utama prodinya. Sebagai contoh mahasiswa PS Disain Fakultas Teknik yang mengambil mata kuliah di PS/PT lain pada PS Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Maka disamping kompetensi utama yang diperoleh di prodinya yaitu tentang Disain, mahasiswa tersebut ketika lulus telah mendapatkan kompetensi tambahan keahlian di bidang akuntansi dan keuangan.

Pengalaman di UGM terkait program di luar PT, misal magang di UMKM. Maka dalam satu semester, 1-2 bulan mahasiswa diberikan pembekalan, 4-5 bulan mahasiswa malakukan aktivitasnya di tempat magang dengan pembimbingan DPL.

Dalam implementasi MBKM, saat ini FH-UJB menetapkan tiga program:

  • Pertukaran mahasiswa
  • Program Magang
  • KKN tematik

Selamat dan terus maju implementasi MBKM FH-UJB