...

Berita

Universitas Janabadra

Kunjungan Dan Seminar Nasional Di Universitas Mahendradatta Denpasar Bali


Kunjungan dan Seminar Nasional di Universitas Mahendradatta Denpasar Bali

 

            Dalam rangka menjaga tradisi ilmiah di Perguran Tinggi Janabadra dan untuk meningkatkan kualitas lulusan program Magister ilmu hukum FH UJB, pada hari Jumat 12 Juli 2019, program  Magister Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Janabadra Yogyakarta telah melaksanakan kunjungan di program magister Ilmu Hukum  Fakultas Hukum Universitas Mahendradatta Denpasar, Bali dan menyelenggarakan Seminar Nasional bersama  dengan tema “KEBIJAKAN HUKUM PASAR MODAL DALAM MENINGKATKAN INVESTASI DI INDONESIA” di Universitas Mahendradatta. Seminar nasional tersebut dilaksanakan untuk merealisir Memorandum of Understanding (MoU) yang telah ditandatangani pada tahun 2017 antara FH UJB dengan FH Mahendradatta Denpasar Bali. Dalam seminar nasional tersebut dihadirkan nara sumber Profesor Retno Murni, SH. M.Hum., Ph. D dari Fakultas Hukum Universitas Udayana, Dr. Sudiyana, SH. M. Hum dari Fakultas Hukum Universitas Janabadra dan Dr. Erikson dari Fakultas Hukum Universitas Mahendradatta, Denpasar, Bali dan moderator Kadek Dedy Suryana, SH. MH.  Dengan peserta para dosen dan mahasiswa baik dari Magster Hukum UJB maupun Magister Hukum Mahendradatta, termasuk  pejabat pemerintah daera Bali, para Advokat, pelaku usaha di Bali.

            Prof. Retno Murni menyatakan bahwa perkembangan pasar moda saat ini semakin canggih seiring dengan perkembnagan teknologi, di mana OJK sebagai otoritas pasar modal telah menerbitlan peraturan OJK terkait dengan perkembangan Fintech dewasa ini. Orang tidak lagi mengunakan uang tunai , tetapi sudah serba elektronik terlebih di pasar modal, tandas Retno.

            Hal lain yang dikemukakan Dr. Sudiyana terkait kebijakan hukum bidang pasar modal dewasa ini adalah kebijakan otoriatas Jasa Keuangan dalam Menjaga kepercayaan investor, Menyediakan instrumen beragam, tujuannya dapat digunakan untuk mendukung kebutuhan pemerintah di berbagai sektor prioritas, dan lain-lain. Disamping itu, kebijakan yang dilakukan lembaga Self Regulatory (SRO) seperti Bursa Efek Indonesia dengan penerapan JATS Next-G, Kliring dan Penjaminan Efek Indonesia dengan penerapan enhancement architecture e-Clears (EAE) guna mempercepat kliring, dan kebijakan Kustodian Sentral Efek Indonesaia dengan penerapan  The Central Depository and Book-Entry Settlement System (C-BEST). Hal ini dilakukan sebagai dampak dari  perkembangan teknologi di Era 4.0 tandas Sudiyana.

            Sedangkan dari aspek perlindungan hukum bagi investor public, dikemukakan pembicara dari Mahendradatta, di mana terdapat dua macam perlindungan hukum yakni per,indungan hukum preventif yang meliputi hak-hak investor public uang diatur dalam Undnag-undnag Pasar modal dan perlindungan hukum represif sebaagi penegakan hak-hak investor publik.

 

 

Dibaca: 277x

Info Akademik

Penerimaan Mahasiswa dengan jalur beasiswa bidikmisi telah dibuka, Bidikmisi adalah bantuan bia [..]

Selengkapnya

by Admin | 5 Aug 2019

Sehubungan banyaknya kasus penipuan yang mengatasnamakan pimpinan dan lembaga di lingkungan Universi [..]

Selengkapnya

by Admin | 17 Dec 2018

Universitas Janabadra menerima pendaftaran Bidikmisi untuk program Studi berikut di bawah ini : [..]

Selengkapnya

by Admin | 25 Apr 2018

Agenda

Nov
19

Pendaftaran Pelatihan Membuat Game Tingkat Sma/smk/ma Sederajat Biaya Gratis

Laboratorium Komputer Teknik Informatika Universitas Janabadra

Selengkapnya

Apr
29

Wisuda Sarjana & Pascasarjana Periode April 2017

Auditorium Kph Purwokusumo Universitas Janabadra

Selengkapnya